Bagi kaum dhuafa, vonis penyakit kronis adalah 2 vonis sekaligus: vonis medis dari dokter, dan vonis kemiskinan yg tak kalah mematikan. Perjuangan mereka tuk berobat seringkali menjadi perjalanan tragis yg menguras habis harta, mengikis martabat, dan menghancurkan semangat hingga akhirnya pasrah meregang nyawa di rumah.

BPJS memang menanggung biaya pengobatan selama di Rumah Sakit. Namun untuk bisa sampai dan bertahan di Rumah Sakit, biayanya sangatlah besar. Mulai dari angkutan transportasi dari pelosok, sewa kost, biaya hidup pendamping, hingga susu nutrisi khusus dan obat-obatan yang tidak ditanggung.

Beban ini memaksa mereka menjual semua harta benda, bahkan membuat pasien dan pendampingnya berhenti bekerja, melumpuhkan perekonomian keluarga secara total. Tak sedikit yang akhirnya ditinggal pasangan karena dianggap menjadi beban
Melihat masalah ini, Gerbang Kebaikan memiliki inisiatif program yaitu Celengan Darurat, Antar pasien dhuafa bisa berobat.

#OrangBaik, sudah ratusan pasien dhuafa bergantung pada layanan gratis ini dan merasakan manfaatnya. Mari kita bersama-sama isi "Celengan Darurat" ini agar tidak ada lagi pasien yang ditolak di jalan, atau terpaksa berhenti berobat karena tak punya ongkos.
